Pilih Berdamai, Putin Enggan Sanksi Georgia

Rabu, 10/07/2019 14:05 WIB

Moskow, Jurnas.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin menentang pemberlakuan sanksi baru untuk Georgia meskipun hubungan kedua negara sempat memanas karena krisis.

Ia mengatakan, ingin memperumit hubungan Rusia-Georgia.

"Ada yang menentang politik anti-Rusia di Georgia. Karena itu, demi memulihkan hubungan dua negara, saya tidak akan melakukan apa-apa," tegas Putin, Selasa (9/7) waktu setempat.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut inisiatif anggota parlemen untuk memberlakukan sanksi baru sebagai reaksi alami terhadap penghinaan Georgi".

Aksi protes meletus di ibu kota Georgia, Tbilisi, pada 22 Juni, yang dipicu kunjungan seorang anggota parlemen Rusia.

Wakil Komunis dari Duma Negara (Kekairasan Rusia), Sergei Gavrilov, menyampaikan pidaTo dari kursi ketua parlemen yang kemudian memicu kegemparan.

Pada Selasa, Duma memperkenalkan undang-undang untuk menambah sanksi terhadap Georgia.

Pada 2008, Tbilisi berperang dengan Rusia selama lima hari di wilayah Ossetia Selatan dan Abkhazia. Georgia kehilangan kendali atas kedua wilayah tersebut, sementara Rusia kemudian mengakui keduanya sebagai negara merdeka.

TERKINI
Studi Kaitkan Kesepian dan Isolasi Sosial dengan Kesehatan Jangka Panjang El Nino 2026 Diproyeksikan Picu 451 Ribu Kematian akibat Panas Ekstrem Danantara dan Thales Kerjasama Kembangkan AI hingga Teknologi Pertahanan Legislator Dorong Judi Online Masuk RUU Perampasan Aset