Kamis, 24/09/2026 15:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Danantara Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan perusahaan teknologi global Thales untuk menjajaki kerja sama strategis di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber. Kolaborasi ini dirancang untuk mendukung pengembangan teknologi, inovasi, serta kapasitas industri nasional dalam jangka panjang.
Bagi Danantara Indonesia, keempat sektor tersebut merupakan teknologi strategis yang krusial untuk memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan nasional. Di sisi lain, Thales membawa rekam jejak dan keahlian mendalam di bidang pertahanan, kedirgantaraan, keamanan siber, dan solusi digital berbasis keamanan tinggi.
Penandatanganan MoU ini menjadi kerangka awal yang membuka peluang penjajakan investasi di berbagai lini vital. Beberapa peluang yang akan dieksplorasi antara lain:
Manufaktur teknologi pertahanan serta fasilitas pemeliharaan dan layanan. Pengembangan sistem keamanan bandara dan aplikasi AI. Pembangunan pusat operasi keamanan siber dan penerapannya pada teknologi pascakuantum.Selain itu, kerja sama ini juga membuka pintu kolaborasi bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah ekosistem Danantara Indonesia yang beroperasi di sektor terkait. Realisasi investasi mendatangkan harapan besar untuk memberikan nilai tambah ekonomi, meningkatkan kualitas layanan publik, serta menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.
BPK Mulai Pemeriksaan Laporan Keuangan Konsolidasian BPI Danantara 2025
Dari Rumah hingga WtE, Pengelolaan Sampah Perlu Jalan Beriringan
Cek 3 Rekomendasi Software AI untuk Pembuatan Animasi
Mendorong Transfer Teknologi dan Ketahanan Lokal
Managing Director Strategic Technology Initiatives, CTO Office Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei, menegaskan bahwa potensi Indonesia sangat besar dalam memimpin industri strategis berbasis teknologi.
"Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat pengembangan industri strategis berbasis teknologi yang akan membentuk masa depan perekonomian nasional," ujar Ricardo dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (24/9/2026).
Ricardo menambahkan bahwa sebagai investor jangka panjang, Danantara Indonesia meyakini investasi pada teknologi maju, kapabilitas digital, dan infrastruktur kritikal akan mempercepat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, serta memperkuat industri dalam negeri secara berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Senior Vice President Asia and Latin America Thales Group, Guy Bonassi, menyambut baik kemitraan ini sebagai langkah penting penguatan industri lokal.
"Kami merasa terhormat dipilih oleh Danantara Indonesia untuk berkontribusi pada proyek-proyek ambisius yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penguatan kapabilitas industri lokal. Berbekal hampir 50 tahun kehadiran di Indonesia, Thales menghadirkan teknologi yang mendukung kedaulatan serta ketahanan ekonomi nasional," tutur Guy Bonassi.
Pihak Danantara Indonesia dan Thales menegaskan bahwa kesepakatan saat ini masih berbentuk kerangka kerja awal. Setiap rencana proyek dan investasi spesifik nantinya akan melewati proses evaluasi ketat, mematuhi tata kelola perusahaan yang berlaku, serta bergantung pada penyusunan kesepakatan definitif dari kedua belah pihak di masa mendatang.