Pentagon Minta Bantuan NATO Selesaikan Konflik AS-Iran

Rabu, 26/06/2019 08:41 WIB

Washington, Jurnas.com - Menteri Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), Mark Esper sedang mencari dukungan dari sekutu NATO-nya untuk "menutup pintu konflik" dengan Iran.

Esper yang mengambil alih jabatan sementara menteri pertahanan setelah Patrick Shanahan meninggalkan Gedung Putih mengklaim selama kunjungannya ke Brussel bahwa AS berusaha "membuka pintu menuju diplomasi" dengan Teheran.

"Sampaikan keprihatinan kami, marah jika tidak, berkenaan dengan kegiatan Iran di kawasan itu. Itu akan menjadi langkah pertama yang baik. Dan kemudian kedua, untuk mendukung berbagai kegiatan yang kami anggap pantas berpartisipasi untuk membantu lagi mencegah konflik dan menunjukkan bahwa kami teguh. Apa yang kami coba lakukan, apa yang ingin kami lakukan adalah menutup pintu konflik dan membuka pintu menuju diplomasi," ujar Esper, Selasa (25/6).

Dalam perjalanan ke ibukota de facto Uni Eropa, Esper kembali menyampaikan sikap tegas AS bahwa  Washington tidak mencari perang dengan Iran, sebaliknya AS mengejar "jalur diplomatik."

"Kami tidak mencari konflik dengan Iran. AS tidak ingin berperang dengan Iran. Sebaliknya, kami ingin masuk ke jalur diplomatik. Dan saya pikir diskusi saya dengan mereka akan dimulai. kami perlu memperluas hubungan mengenai hal ini dan kami semua harus bekerja sama membawa Iran ke jalur diplomatik," kata Esper.

"Ini bukan Iran versus AS. Ini tentu saja Iran versus kawasan, dan bisa dibilang lingkungan global yang lebih luas. Jadi kita semua perlu bekerja sama dan mendapatkan jalur diplomatik dan mencapai kesepakatan baru yang lebih baik daripada yang kita miliki sebelumnya," sambungnya.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengatakan, Gedung Putih siap melakukan negosiasi maupun konfrontasi militer dengan Iran.

"Ketika mereka siap, mereka harus memberi tahu kami. Ketika mereka siap, mereka akan memberi tahu kami. Sangat sederhana. Siap melakukan apa saja. Tidak ada bedanya. Apa pun yang ingin mereka lakukan, saya siap," kata Trump.

Teheran juga sudah berkali-kali menegaskan bahwa Negeri Para Mullah tidak mencari perang dengan AS, namun siap membela kepentingannya di kawasan Timur Tengah.
 

 

TERKINI
Ini Zodiak yang Dikenal Paling Jago Menggoda, Siapakah Dia? Bukan Hadiah Mewah, 5 Gestur Sederhana Ini Jadi Kunci Hubungan Langgeng Berbagai Amalan Sunah yang Dianjurkan Sebelum Shalat Jumat 7 Negara yang Belum Pernah Lolos ke Piala Dunia