Abbas: Palestina Tidak Akan Jadi Budak Trump!

Senin, 24/06/2019 22:04 WIB

Yerussalem, Jurnas.com - Palestina bersumpah akan menolak proposal perdamaian bernilai US$50 miliar dari Amerika Serikat (AS), yang akan dipresentasikan di Bahrain.

Presiden Palestina, Mahmud Abbas dengan tegas menyatakan negaranya tidak akan tergiur dengan proyek miliaran dolar tersebut, demi menjaga martabat dan harga diri bangsa.

"Palestina tidak akan menjadi budak atau pelayan," kata Abbas yang merujuk kepada Presiden AS Donald Trump dan menantunya, Jared Kushner, pada Senin (24/6).

"Bagi Amerika untuk mengubah seluruh masalah politik ini ialah dengan masalah ekonomi. Kami tidak bisa menerima ini," sambung dia.

Dilansir dari Associated Press, Jared Kushner membuka lokakarya ekonomi Perdamaian untuk Kesejahteraan pada Selasa malam besok, sebagai awal untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Dia mengusulkan proposal proyek senilai US$50 miliar untuk Palestina dan tetangga Arab, guna meningkatkan infrastruktur, pariwisata, pendidikan, dan perdagangan lintas batas.

Alih-alih mendapatkan sambutan, Otoritas Palestina malah memboikot rencana tersebut, dan mengecam AS karena tidak mengatakan apapun soal upaya mengakhiri pendudukan Israel di Palestina.

TERKINI
Berbagai Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Sholat Keutamaan Menjaga Sholat Lima Waktu Menurut Al-Qur`an dan Hadis Menaker Ajak Tanoto Scholars Tanamkan Growth Mindset agar Sukses Ini 3 Ayat Al-Qur`an yang Tegas Melarang Praktik Korupsi dan Suap