Sabtu, 08/06/2019 13:16 WIB
Teheran, Jurnas.com - Meskipun sanksi Amerika Serikat (AS) merepotkan Iran, namun sanksi itu disebut tidak akan memiliki efek jangka panjang, karena Republik Islam tahu bagaimana cara melawan larangan tersebut.
Penulis dan pengamat politik, John Steppling dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada Jumat (7/8) waktu setempat.
"AS mencoba menghukum sejumlah negara. Tidak ada keraguan sanksi itu memilik efek di Iran, tetapi dalam jangka panjang, sanski tidak pernah berhasil. Iran memiliki sejumlah hal yang dapat dilakukan melawan sanksi tersebut, dan akan (melakukannya)," kata Steppling.
Geram terhadap Washington karena menyebarkan hoaks tentang Iran, Steppling juga mengatakan Arab Saudi bersalah atas semua yang dituduhkan AS kepada Iran.
IAEA Sebut Serangan Iran ke Nuklir UEA Ancam Keselamatan
Senat AS Sahkan Anggaran Imigrasi Ala Trump Rp1.268 T
Trump Sebut Ia Bisa Bertemu Pemimpin Iran jika Kesepakatan Tercapai
"Selain tentu saja Arab Saudi mengadakan pesta pora setiap minggu di alun-alun kota, itu hanya kemunafikan yang mencengangkan di pihak AS dalam pendekatannya terhadap Iran dan Arab Saudi," tambahnya.
Administrasi presiden AS pada Jumat (7/6) menjatuhkan sanksi petrokimia Iran, termasuk kelompok holding petrokimia terbesarnya, yang disebut Perusahaan Industri Petrokimia Teluk Persia (PGPIC).
Keyword : IranAmerika SerikatKesepakatan Nuklir