Selasa, 04/06/2019 16:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Berzakat merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam, yang terdapat dalam lima rukun Islam. Zakat terbagi menjadi dua macam, yakni zakat fitrah (badan) dan zakat mal (harta).
Menurut kitab Fathul Qarib karya Muhammad bin Qasim Al-Ghazi, terdapat tiga syarat yang menjadi indikator diwajibkannya seseorang menunaikan zakat fitrah.
Syarat tersebut meliputi: Beragama Islam; Berjumpa dengan akhir Ramadan dan awal Syawal; dan Memiliki kelebihan pada kebutuhan pokok bagi dirinya dan orang-orang yang berada di bawah tanggungannya.
Adapun dalam menunaikan zakat fitrah, niat merupakan hal yang paling diutamakan dibandingkan ijab qabul. Pasalnya, zakat merupakan pemberian searah dari muzakki (pemberi zakat) kepada mustahik (penerima zakat).
Pimpinan DPR Apresiasi Polri, Mudik 2026 Lancar dan Terkendali
Rekayasa Lalin Situasional, Kakorlantas: Arus Balik Lebaran Tetap Lancar
Inilah Keutamaan dan Hikmah Silaturahmi dalam Islam
Berikut ini niat melaksanakan zakat fitrah:
Untuk diri sendiriﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an nafsii fardhan lillahi ta’ala
“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah ta’ala”
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an zawjatiy fardhan lillahi ta’ala
“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardhu karena Allah ta’ala”
Untuk diri sendiri dan keluargaﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri, ‘anni wa ‘an jamii’a maa yalzimunii nafaqootuhum fardhan lillahi ta’ala
“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardhu karena Allah ta’ala”
Keyword : Doa Niat Zakat FitrahIdul Fitri