Minggu, 26/05/2019 20:38 WIB
Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menegaskan, Teheran akan mempertahankan diri terhadap agresi militer atau ekonomi dan menyerukan negara-negara Eropa berbuat lebih banyak jika tak ingin melihat kesepakatan nuklir Iran bubar.
Pada konferensi pers bersama dengan rekannya dari Irak, Mohamed Ali al-Hakim, Zarif mengatakan negaranya ingin membangun hubungan yang seimbang dengan tetangga-tetangga Teluk Arab.
"Kami telah mengusulkan penandatanganan pakta non-agresi dengan mereka (Teluk Arab)," ujar Zarif di Baghdad, Minggu (26/5).
Sementara itu, al-Hakim menyatakan bahwa Irak bersedia bertindak sebagai perantara antara tetangganya dan Amerika Serikat (AS). Ia menyakini blokade ekonomi wilayah itu tidak akan membuahkan hasil.
China Tertarik Beli Minyak AS di Tengah Polemik Selat Hormuz
Paus Leo Kritik Kenaikan Anggaran Belanja Militer Eropa
Rusia Sebut AS Siap Negosiasikan Penyelesaian Konflik Ukraina
"Kami berusaha membantu dan menjadi mediator. Kami akan bekerja sepenuh untuk mencari solusi yang memuaskan," ujar al-Hakim.
Ia juga menekankan bahwa Irak menentang langkah-langkah sepihak yang diambil Washington di negara itu.
Warga Iran merupakan bagian dari jutaan Syiah dari seluruh dunia yang datang ke Irak setiap tahun untuk mengunjungi banyak tempat suci dan tempat-tempat lainnya. Daya beli mereka merosot setelah Trump menerapkan kembali sanksi.
"Sanksi terhadap saudara Iran tidak efektif dan kami berdiri di sisinya," kata al-Hakim.
Berbicara tentang meningkatnya ketegangan dengan AS, Zarif mengatakan Iran dapat menghadapi perang, apakah itu ekonomi atau militer melalui ketabahan dan kekuatannya.
Keyword : IranAmerika SerikatIrakTimur Tengah