AS Sidangkan Perancang Interogasi Sadis Serangan 9/11

Selasa, 21/05/2019 12:00 WIB

Washington, Jurnas.com - Dua mantan kontraktor CIA yang merancang interogasi sadis terhadap terdakwa serangan 11 September 2001, dipanggil untuk memberikan kesaksian di hadapan pengadilan militer di pangkalan AS, Teluk Guantanamo, Kuba.

Psikolog James Mitchell dan Bruce Jessen merupakan dua dari lusinan saksi dari CIA yang terdaftar dalam surat yang dikirim oleh jaksa penuntut umum pada Senin (21/5), yang merupakan pengacara bagi lima terdakwa serangan 9/11.

Mitchell dan Jessen juga dipanggil untuk memberikan keterangan terkait pengakuan terdakwa, yang mengalami perlakuan brutal di fasilitas penahanan CIA bawah tanah.

"Ini akan menjadi pertama kalinya Dr. Mitchell dan Dr. Jessen bersaksi dalam proses pidana tentang program penyiksaan yang mereka laksanakan," terang pengacara terdakwa, Ammar al Baluchi.

Dilansir dari Associated Press, Mitchell dan Jessen merupakan perancang program interogasi sadis bagi terdakwa serangan 9/11. Penyiksaan tersebut meliputi larangan tidur, pengurungan di ruang kecil dan tertutup, serta waterboarding.

Kedua mantan kontraktor CIA tersebut mengatakan interogasi semacam itu merupakan pekerjaan mereka, dan dipandang sah serta perlu dilakukan.

Namun dalam invetigasi Senat AS pada 2014 lalu, terbukti bahwa teknik Mitchell dan Jessen tidak efektif. Malah seorang terdakwa meninggal dalam tahanan, sebagaimana gugatan American Civil Liberties Union pada 2017 silam.

TERKINI
Perbatasan Suriah-Turki Dibuka Perdana sejak 12 Tahun Tingkatkan Literasi Karantina Kepala Desa, Kemendes Bakal Gandeng Barantin MUI Minta Ortu Aktif Awasi Perkembangan Anak di Pesantren Mendes Harap Rekomendasi Munas Papdesi Sukseskan Program Prioritas Presiden