Biografi Cak Imin: Agama, Demokrasi, dan Politik
Senin, 15/04/2019 14:48 WIB
Jakarta - Biograsi Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terangkum dalam sebuah buku ADEMPOL (Agama, Demokrasi, dan Politik).
Buku tersebut ditulis anggota DPR dari Fraksi PKB Lukmanul Khakim. Ia menyebut buku itu sebagai trilogi Kebangkitan Bangsa.
Cak Imin mengapresiasi atas penerbitan buku tersebut. Menurutnya, perjuangan politik harus memiliki landasan nilai, ideologi dan jejak historis yang panjang.
"Saya tentu mengapresiasi dan bangga atas buku yang luar biasa ini. Perjuangan politik harus memiliki landasan nilai, ideologi dan jejak histori yang tak terputus,” kata Cak Imin, saat menghadiri launching sekaligus bedah buku ADEMPOL, di ruang rapat Fraksi PKB, Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/4).
Sementara, Lukmanul Khakim selaku penulis buku mengatakan, agama, demokrasi, dan politik sebagai trilogi yang bersumber dari pemikiran Cak Imin.
"Trilogi ini bersumber dari pemikiran dan jejak langkah politik Cak Imin, yang saya awali dari catatan kecil selama nderek (ikut) Beliau,” kata Lukmanul.
Kata Lukman, agama sebagai salah satu di antara trilogi yang disampaikan dalam buku itu cukup menarik dibahas. Dimana, agama menjadi simbol politik identitas yang semakin menguat.
"Padahal faktanya negara kita bukan negara agama, tapi seringkali agama dijadikan sebagai alat politik," terangnya.
Menurutnya, buku setebal 285 halaman itu menjelaskan bahwa nilai dalam agama itu harus ditransformasikan melalui kebijakan politik yang obyektif.
"Bukan agama sebagai simbol dan alat doktrinasi membangun militansi. Akhirnya lihat, agama dalam konteks sebagai rahmat itu terabaikan," terangnya.
Selain Cak Imin, launching dan bedah buku tersebut juga dihadiri pengamat politik Lili Romli dan Wakil Ketua Umum PBNU Macksoem Mahfud.
TERKINI
Gunung Semeru Erupsi Diertai Awan Panas pada Hari Ini
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel
Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi
Insiden Delay Bagasi Parah di Bandara KLIA, Menteri Panggil Pengelola