Iran Balas akan Masukkan AS ke dalam Daftar Teroris Bersama ISIS

Minggu, 07/04/2019 13:56 WIB

Teheran, Jurnas.com - Pemerintah mengatakan, Iran akan beraksi dengan baik dan menunjuk angkatan bersenjata Amerik Serikat (AS) sebagai teroris, jika Washington menempatkan Korps Pengawal Revolusi Islam dalam daftar terornya.

"Jika Pengawal dimasukkan dalam daftar kelompok teror Amerika, kami akan menempatkan personil militer Amerika di daftar hitam teroris di samping ISIS," tulis ketua Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Majlis Iran, Heshmatollah Falahatpisheh, di akun Twitternya Sabtu (7/4).

Pernyataannya itu menyusul laporan Wall Street Journal yang mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan AS akan memasukkan IRGC sebagai organisasi teroris, sebuah langkah yang akan menandai pertama kalinya Washington secara resmi menyebut militer negara lain sebagai kelompok teroris.

Wall Street Journal menyebutkan bawah pernyataan resmi diperkirakan akan diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada Senin, pekan depan.

Pentagon menolak berkomentar dan merujuk pertanyaan ke Departemen Luar Negeri. Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih juga menolak berkomentar.

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo, seorang kritikus keras Iran, telah mengadvokasi perubahan kebijakan AS sebagai bagian dari sikap keras pemerintahan Trump terhadap Teheran.

Pengumuman itu akan datang sebelum ulang tahun pertama keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dengan Teheran dan untuk memberlakukan kembali sanksi.

Jauh sebelumnya, Washintong telah membuat daftar hitam puluhan entitas dan orang yang berafiuliasi dengan IRGC, tetapi organisasi secara keseluruhan belum.

Sanksi terakhir diberlakukan pada bulan Maret di jaringan perusahaan dan individu yang dikatakan mentransfer miliaran dolar dan euro ke IRGC. Iran sebelumnya memperingatkan tanggapan menghancurkan jika AS melanjutkan kebijakan kontorversial.

Komandan IRGC, Mohammad Ali Jafari memperingatkan pada tahun 2017, jika Trump melanjutkan langkah tersebut, maka Pengawal Revolusi akan menganggap tentara Amerika menjadi seperti Negara Islam di seluruh dunia.

Ancaman semacam itu sangat tidak menyenangkan bagi pasukan AS di tempat-tempat seperti Irak, di mana pasukan lokal yang menyukai Iran berlokasi dekat dengan pasukan A.S.

TERKINI
Iran: Keamanan Hormuz Bergantung pada Kebebasan Ekspor Minyak Iran Kalah dari Manchester City, Arteta: Peluang Arsenal Juara Masih Terbuka Ilmuwan Kini Bisa "Mengedit" Sirkuit Otak untuk Meningkatkan Daya Ingat Pertamina Diingatkan, Kenaikan BBM Nonsubsidi Tambah Beban Masyarakat