Kasus Romahurmuziy Coreng Nama Baik dan Marwah PPP

Minggu, 17/03/2019 10:47 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum (Ketum) PPP Romahurmuziy (Romi) sebagai tersangka kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat mengatakan, kasus yang menjerat Romi sebagai musibah bagi partai berlambang kabah tersebut.

"Musibah ini tentu akan mencoreng nama baik dan Marwah PPP. Jadi dalam hal ini yang tercoreng nama baiknya bukan hanya saudara Romahurmuziy namun juga PPP secara organisasi," kata Humphrey, melalui rilisnya, Jakarta, Sabtu (17/3).

Kata Humphrey, PPP sebagai partai yang berazaskan islam dalam berpolitik akan menghadapi musibah besar dalam menghadapi Pemilu serentak 2019.

"Dampak dari musibah ini yang paling dekat dengan kepentingan PPP adalah adanya pukulan berat bagi PPP untuk lolos dari ambang batas parlemen," katanya.

Apalagi, kata Humphrey, dalam berbagai hasil survei menunjukkan PPP kerap di bawah ambang batas parlemen. Kondisi ini menjadi ujian berat bagi para caleg PPP.

"Saya berharap masyarakat bisa memisahkan perbuatan melanggar hukum individual walaupun itu dilakukan oleh ketua umumnya dengan PPP sebagai organisasi," katanya.

TERKINI
Nama-nama Bulan dalam Kalender Hijriah dan Deretan Peristiwanya Dari Monas ke Kemayoran, Begini Sejarah Dimulainya Pekan Raya Jakarta Langgar Batas Usia Anak, Perusahaan Medsos Bakal Didenda Rp1,1 Triliun Tiga Makhluk Laut Dalam dengan Wujud Teraneh di Dunia