Jum'at, 01/03/2019 10:58 WIB
Bangaladesh, Jurnas.com - Bangladesh mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa mereka tidak dapat menampung lagi pengungsi dari Myanmar.
Serangan terhadap pos-pos keamanan oleh pemberontak Rohingya di negara bagian Rakhine Myanmar memicu kekerasan yang oleh PBB, Amerika Serikat, Inggris, dan lainnya digambarkan sebagai pembersihan etnis.
"Saya menyesal memberi informasi kepada dewan bahwa Bangladesh tidak lagi berada dalam posisi untuk menampung lebih banyak orang dari Myanmar," kata Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque kepada PBB, Jumat (1/3).
Haque menuduh Myanmar hanay mengumbar "janji kosong dan berbagai pendekatan penghalang" selama negosiasi pengembalian.
Filipina Pangkas Pajak LPG dan Minyak Tanah Imbas Krisis Migas
Filipina dan Thailand Incar Tiket Piala Asia 2027
Filipina Minta Izin AS Beli Minyak dari Negara yang Disanksi
"Tidak seorang pun Rohingya secara sukarela kembali ke Rakhine karena tidak ada lingkungan yang kondusif di sana," sambungnya.
Myanmar mengatakan telah siap menerima pengungsi yang kembali sejak Januari, tetapi Rohingya mengatakan mereka menginginkan jaminan atas keselamatan mereka dan diakui sebagai warga negara sebelum mereka kembali ke Rakhine.
PBB mengatakan kondisinya belum tepat untuk kepulangan mereka. Kekuatan Barat di dewan pada hari Kamis menyesalkan kurangnya tindakan dari pemerintah Myanmar. (Al Jazeera)