Bashir Nyatakan Keadaan Darurat Sudan Selama Setahun

Sabtu, 23/02/2019 06:31 WIB

Sudan, Jurnas.com - Presiden Sudan, Omar al-Bashir menyatakan keadaan darurat selama setahun, membubarkan kabinetnya dan pemerintah daerah di seluruh negeri.

Dalam pidato yang disiarkan pada Jumat (22/2), Bashir juga meminta parlemen Sudan untuk menunda amandemen konstitusi yang memungkinkannya mencalonkan diri untuk masa jabatan lain dalam pemilihan presiden pada tahun 2020.

Mengakui protes populer yang telah mengguncang pemerintahannya dalam beberapa bulan terakhir, pria berusia 75 tahun itu mengatakan "tuntutan rakyat kami untuk kondisi kehidupan yang lebih baik adalah sah".

"Saya tidak akan berhenti meminta semua pihak untuk duduk di meja dialog," kata Bashir, seraya menambahkan ia akan tetap berada di sisi pemuda yang mewakili masa depan Sudan.

Pengumuman Bashir pada Jumat itu menyusul protes hampir setiap hari terhadap pemerintahannya. Ribuan orang turun ke jalan-jalan di seluruh negeri sejak 19 Desember untuk memintanya mundur setelah hampir tiga dekade menjabat.

Protes pada awalnya dipicu melejitnya harga roti dan bahan bakar di utara Sudan. Namun aksi itu tumbuh menjadi tuntutan untuk kebebasan politik yang lebih dan mengakhiri pemerintahan Bashir.

Masa jabatan pemimpin Sudan berakhir pada tahun 2020 dan dia telah berulang kali berjanji selama bertahun-tahun untuk tidak mencalonkan diri sebagai presiden. Tanpa mengubah konstitusi negara, ia tidak dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga. (Al Jazeera)

TERKINI
Profil Ole Romeny, Pencetak Gol Kemenangan Indonesia Lawan Mozambik Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Kalahkan Mozambik Founders` Day AA Itu Hari Apa? Ini Sejarah hingga Maknanya 20 Ucapan Hari Media Sosial 2026 yang Inspiratif dan Penuh Makna