Turki Tak Mampu Hadapi Arus Pengungsi Ilegal

Rabu, 20/02/2019 10:12 WIB

Ankara, Jurnas.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki tidak akan mampu menghadapi potensi gelombang migrasi baru sendirian.

Dilansir dari Anadolu, Erdogan mengatakan, membangun tembok yang lebih tinggi dengan kawat berduri bukanlah cara untuk mencegah migrasi ilegal.

"Ada sekitar 260 juta migran, lebih dari 68 juta orang terlantar dan lebih dari 25 juta pengungsi di seluruh dunia," ujar Erdogan pada Konferensi Tingkat Menteri soal Proses Budapest tentang Migrasi ke-6 di Istanbul, Selasa (19/2).

"Turki telah menghabiskan lebih dari USD37 miliar dari sumber daya nasionalnya sendiri untuk melindungi para pengungsi," tambahnya.

Terkait tuduhan dugaan genosida terhadap Armenia, Erdogan mengatakan Turki akan menyerahkan masalah itu kepada para sejarawan, terlepas dari propaganda yang menyebar di negara-negara barat.

Ia menegaskan bahwa Turki tidak pernah melakukan genosida dalam sejarahnya.

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya