Selasa, 19/02/2019 12:41 WIB
Beijing, Jurmas.com - Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, yakin produknya tidak akan ditinggalkan meski Amerika Serikat (AS) berusaha mendesak sekutunya untuk memblokir Huawei.
Begitu kata Ren menyusul penangkapan putrinya yang merupakan kepala keuangan perusahaan dalam wawancara ekslusif dengan BBC, Selasa (19/2).
"Dunia tidak bisa meninggalkan kita (Huwaei) karena kita lebih maju. Bahkan jika mereka membujuk lebih banyak negara untuk tidak menggunakan kita sementara," kata Ren.
Selain itu, kata Ren, Huawei juga tidak akan ditinggalkan karena perusahaan penyedia alat telekomonikasi itu sudah lebih maju.
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
PM Spanyol Minta China Ambil Peran Lebih Besar di Panggung Global
China Umumkan 10 Insentif Baru untuk Taiwan, Apa Saja?
"Jika lampu di Barat padam, Timur akan tetap bersinar. Dan jika Utara menjadi gelap, masih ada Selatan. AS tidak mewakili dunia, AS hanya mewakili sebagian kecil dari dunia," kata Ren.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pekan lalu memperingatkan sekutu Gedung Putih agar tidak menggunakan teknologi Huawei.
Beberapa negara, seperti AS, Selandia Baru, Australia telah melarang salah satu produk Huawei, 5g. Sementara Kanada masih meninjau apakah perusahaan itu menimbulkan ancaman atau tidak.