Jum'at, 08/02/2019 17:59 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Impor unggas hidup dan produk unggas dari Kuwait telah dilarang di Uni Emirat Arab setelah wabah flu burung meningkat.
Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan mengumumkan larangan itu menyusul wabah flu burung yang menular, H5N8, di Kuwait. Namun beberapa produk unggas yang diberi perlakuan khusus akan diizinkan.
"Dengan mengambil tindakan pencegahan segera untuk mengekang segala jenis virus flu burung yang telah mempengaruhi Kuwait dari mencapai UEA, kami berharap untuk memastikan tingkat keamanan hayati dan mencegah penyebaran patogen di negara ini," kata Majid Al Qassimi, direktur departemen kesehatan dan pengembangan hewan di kementerian dilansir The National.
"Larangan itu melindungi unggas negara itu dari flu burung dan mengamankan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Iran Bantah Serang UEA, Sebut AS Dalang Operasi False Flag
MBS Kutuk Serangan ke UEA, Tegaskan Dukungan bagi Stabilitas Kawasan
UEA Tangkis Serangan Rudal dari Iran, Fasilitas Minyak di Fujairah Terbakar
Impor terlarang dari Kuwait hingga wabah dikendalikan termasuk semua spesies domestik, burung liar, burung hias, anak ayam, telur penetas dan meja, daging unggas, dan produk sampingan serta limbah yang tidak dipanaskan secara termal.
Keputusan itu didasarkan pada pemberitahuan dari Pusat Darurat untuk Penyakit Hewan Lintas Batas. Pemerintah untuk sementara waktu melarang impor unggas dan telur dari Malaysia Timur, Rusia, Belanda dan Bulgaria selama setahun terakhir berdasarkan rekomendasi internasional.
Keyword : Unggas KuwaitUni Emirat Arab