Prancis Bantah Minta Israel Tak Serang Lebanon

Rabu, 30/01/2019 17:49 WIB

London,jurnas.com - Prancis membantah membanta meminta Israel berhenti menyerang Lebanon sebelum kabinet baru diumumkan di Beirut.

Dilansir dari Anadolu, media lokal sebelumnya mengutip Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian yang mengatakan, Presiden Prancis Emmanuel Macron berencana membatalkan rencana kunjungan ke Lebanon bulan depan, jika kabinet baru negara itu belum diumumkan.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Prancis telah menangguhkan dukungan bagi tentara Lebanon untuk menentang kelanjutan aktivitas militer Hizbullah.

"Prancis mengamati situasi di Lebanon dan berharap agar pemerintah baru segera dibentuk di sana," kata Kedutaan Besar Prancis di Lebanon lewat sebuah pernyataan.

Dalam pernyataan itu, kedutaan menekankan perlunya "menjamin kedaulatan, stabilitas, dan keamanan Lebanon".

Menurut harian Israel, Maariv, para pejabat Prancis mendesak Presiden Israel Reuven Rivlin untuk menahan diri dari menyerang Lebanon.

Sejak Lebanon mengadakan pemilihan parlemen pada Mei tahun lalu, Perdana Menteri Saad Hariri telah berjuang menyusun pemerintahan baru. Proses ini terus-menerus tertunda karena banyaknya tuntutan dari berbagai pihak.

Berdasarkan konstitusi Lebanon, perdana menteri yang ditunjuk tidak punya batas waktu untuk mengungkap susunan kabinet baru.

Akhir tahun lalu, pasukan Israel menghancurkan sejumlah terowongan - yang diduga digali oleh Hizbullah - yang menghubungkan Lebanon Selatan dengan Israel.

TERKINI
Menko Pangan: Presiden Prabowo Subianto Perjuangkan Teologi Surah Al-Maun Iran Disebut Setuju Buka Selat Hormuz Tanpa Tarif Kemenhaj Catat 76.829 Jemaah dan Petugas Haji Telah Kembali ke Tanah Air AS dan Iran Dikabarkan Bertemu di Swiss Pekan Depan