Senin, 28/01/2019 13:55 WIB
Istanbul - Kepala oposisi Partai Gerakan Nasionalis (MHP) Turki, Devlet Bahceli, mengutuk keras "upaya kudeta" Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terhadap presiden Venezuela.
"Saya sangat mengutuk upaya kudeta Trump terhadap (Presiden Venezuela) Nicolas Maduro dan saya berharap Venezuela selamat dari kesulitan ini tanpa terseret ke dalam kondisi perang saudara," kata Bahceli pada jamuan makan malam kelompoknya di Istanbul, dilansir dari Anadolu.
"Menentang penindas berarti berdiri dengan hak dan kebenaran," kata Bahceli.
"Adalah harapan saya agar Maduro tidak menyerah, sujud, dan jatuh ke dalam penawanan imperialisme," lanjutnya.
Hizbullah Beri Lima Syarat Gencatan Senjata dengan Israel
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel
Warga Palestina Tewas Ditembak Israel di Dekat Hebron
Venezuela telah diguncang protes sejak 10 Januari ketika Presiden Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemilihan boikot oleh oposisi.
Rabu sebelumnya, Juan Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela yang dipimpin oposisi, menyatakan dirinya bertindak sebagai presiden. Presiden Trump sendiri sudah mengakui Guaido sebagai presiden negara tersebut.
Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, dan Paraguay mengikutinya sementara Bolivia dan Meksiko terus mengakui Maduro.
Rusia dan China sama-sama menentang seruan AS untuk mendukung Guaido, dan mengutuk setiap campur tangan internasional dalam urusan Venezuela. Turki dan Iran juga menaruh perhatian pada Maduro.