Minggu, 27/01/2019 16:01 WIB
Tehran - Dalam sebuah wawancara yang ditunggu-tunggu di TV al-Mayadeen Sabtu malam, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah membantah semua kabar soal kondisi kesehatannya.
"Semua hal yang dikatakan tentang kondisi kesehatan saya adalah bohong dan saya tidak menderita penyakit atau masalah apa pun," tegas pemimpin Hizbullah itu, dilansir Tehran Time.
Nasrallah juga membenarkan, ada terowongan di perbatasan antara Lebanon dan wilayah Palestina yang diduduki. Ia mengatakan keterlambatan dalam menemukan terowongan membuktikan kegagalan intelijen Israel.
Bulan lalu Israel menargetkan terowongan lintas perbatasan yang digali Hizbullah. Israel menyebut serangan terhadap operasi "Perisai Utara" terowongan. Nasrallah mengatakan, kepemimpinan Hizbullah memutuskan untuk tidak mengomentari operasi pada saat itu.
Israel Perintahkan Evakuasi Massal Rakyat Lebanon Selatan
Bengis! Israel Tutup Akses Air untuk Hukum Rakyat Gaza
Laporan MSF, Israel Jadikan Air Sebagai Senjata untuk Genosida di Palestina
Kepala Hizbullah juga mengatakan kepada Israel tidak boleh percaya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sudah menutup terowongan terserbut. "Apakah Anda percaya Netanyahu bahwa masalah terowongan sudah selesai?" Tanyanya.
Ia mengatakan Netanyahu mengklaim, operasi terowongan itu dipersiapkan Hezbollah untuk menyerang Galilea. Namun, dalam wawancaranya dengan al-Mayadeen, Nasrallah berkata, "Hizbullah tidak membutuhkan terowongan untuk menyerang Galilea."
Bahkan, melalui sambutannya pada terowongan Netanyahu "melayani Hizbullah karena ia menyebabkan ketakutan di antara orang Israel," kata pemimpin Hizbullah itu.
Namun, Nasrallah berkata, "Dalam masa depan apa pun (perang) kita mampu masuk ke Galilea."
Ia menambahkan, "Setelah perang Suriah, lebih mudah bagi Hizbullah untuk masuk ke Galilea; kami telah menemukan solusi untuk menangani tembok Israel.
Pemimpin Hizbullah melanjutkan dengan mengatakan bahwa "adalah hak kami untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan negara kami."
Keyword : HizbullahSayyed Hassan NasrallahIsrael