Kamis, 24/01/2019 21:50 WIB
Jakarta – Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi meminta pemerintah memprioritaskan honorer K1 dan K2, dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun ini.
Kendati demikian bukan berarti para honorer tersebut bisa lolos tanpa tes. Tes tetap dilakukan, hanya saja diberikan kemudahan guna memperbesar kesempatan.
“Kemudahan dalam arti tetap kualitas dan dites. Seperti biasa. Kemudahan juga dalam artian konteks memberikan penghargaan,” ujar Unifah kepada awak media pada Kamis (24/1) di Kantor PGRI Jakarta.
Unifah melanjutkan, dengan memberikan kemudahan pemerintah telah memberikan apresiasi terhadap perjuangan para honorer, yang telah mengabdi bertahun-tahun hingga puluhan tahun.
PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK
Kemdikdasmen Perbolehkan Dana BOSP untuk Guru Honorer, Ini Syaratnya
BOS Madrasah Cair Hari Ini, Boleh untuk Gaji Guru Honorer
Pun pemerintah juga mendapatkan keuntungan, karena dengan saat ini terdapat total kekurangan satu juta guru, para honorer mampu mengisi kekurangan tersebut.
“Dengan begitu ada timbal balik, yakni selama ini kekurangan murid mereka punya kesempatan, dan ketika negara butuh mereka juga ikut,” tandasnya.
Keyword : Guru Honorer Rekrutmen PPPK Unifah Rosyidi