Kamis, 17/01/2019 22:35 WIB
Riyadh – Awamiya menjadi saksi kebijakan bertangan besi Arab Saudi pada 2017 lalu, di mana pihak militer meratakan kawasan yang dihuni oleh Muslim Syiah tersebut, karena dinilai berhubungan dengan Iran.
Namun kini kawasan itu berubah, digantikan oleh sebuah komplek perbelanjaan, aula acara, dan plaza-plaza luas yang dihiasi oleh pohon-pohon palem.
Pemerintah Riyadh, yang mendukung aliran puritan Islam Sunni menganggap Muslim Syiah sesat. Karena itu, dia berencana berinvestasi di wilayah Qatif, setelah puluhan tahun dituduh abai.
Upaya-upaya ini merupakan ujian bagi kebijakan Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, yang telah melakukan nada damai terhadap minoritas Syiah, sementara menghadapi saingan berat Iran untuk mendapatkan pengaruh di Timur Tengah.
Saan Pastikan Layanan Jemaah Haji di Madinah Siap, Termasuk Hotel Bintang 5
Naik dari Tahun Lalu, Jumlah Jemaah Haji 2026 Sentuh Angka 1,7 Juta Orang
Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue di Mina Respons Situasi Darurat
Orang-orang Syiah juga telah lama mengeluhkan diskriminasi yang menjauhkan mereka dari pekerjaan pemerintah senior, mengurangi investasi negara di daerah mereka, dan menyebabkan penutupan pusat-pusat ibadah.
Pasukan keamanan telah berulang kali membatalkan protes massa di Qatif, dimulai dengan pemberontakan 1979 yang terinspirasi oleh revolusi Iran pada tahun yang sama. Pada saat itu, distrik lain di Awamiya dihancurkan dan diubah menjadi tempat parkir.
Keyword : Arab SaudiKawasan Syiah