Kamis, 17/01/2019 14:35 WIB
Seoul - Kementerian Luar Negeri Korea Selatan akan mengadakan konferensi internasional untuk membahas masalah kekerasan seksual pada masa perang.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha mengatakan kepada media, pemerintahnya berencana mengadakan konferensi di mana orang-orang dari seluruh dunia akan mencari cara untuk mendukung para korban kekerasan seksual masa perang.
Jurnas.com melansir dari Anadolu, konferensi ini dijadwalkan pada paruh pertama 2019.
"Kementerian kami sedang mempertimbangkan cara untuk secara aktif mengambil bagian dalam berbagai pertemuan global tentang kekerasan seksual masa perang untuk memastikan masyarakat internasional tidak akan melupakan pengalaman menyakitkan para korban perbudakan seksual masa kolonialisme Jepang," kata Kang.
DPR Kawal Pelaksanaan Haji 2026 Hingga Kasus Kekerasan Seksual
Skin Booster dari Kulit Mayat Tuai Kontroversi di Korsel
Habiburokhman Apresiasi Gerak Cepat BEM UI Respons Kasus Kekerasan Seksual
Tanggapan itu disampaikan setelah wartawan bertanya kepadanya tentang langkah-langkah dan tindak lanjut pemerintah terhadap kesepakatan Korea Selatan-Jepang soal penyelesaian masalah perbudakan seks pada masa perang.
"Kami menganggap kesepakatan 2015 telah gagal mewakili pendapat para korban dengan baik dan karenanya tidak bisa menjadi solusi yang benar untuk masalah perbudakan seks," kata Kang.
"Meskipun demikian, Korea Selatan tidak akan menegosiasikan kembali perjanjian dan dengan demikian kesepakatan akan terus ada," tambahnya.