Industri Minta Perguruan Tinggi Berkoordinasi Soal Riset

Rabu, 16/01/2019 15:50 WIB

Jakarta – Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin meminta perguruan tinggi berkoordinasi dengan dunia usaha atau industri sebelum melakukan riset.

Pasalnya, dia menemukan ada banyak riset yang tidak bisa dimanfaatkan oleh industri, karena tidak sesuai dengan kebutuhan, yang pada akhirnya berujung di laci perpustakaan.

“Harapan kami bagaimana sebelum melakukan riset itu berkoordinasi dengan dunia usaha yang dalam hal ini industri, untuk mengetahui apa yang dibutuhkan. Begitu diriset, ada match sehingga bermanfaat hasil risetnya,” ujar Saleh dalam peresmian Laboratorium Fakultas MIPA Universitas Indonesia, pada Rabu (16/1) di UI, Depok, Jawa Barat.

Saleh menuturkan, industri dan perguruan tinggi pada dasarnya saling membutuhkan. Bagi industri, riset perguruan tinggi bermanfaat untuk mengembangkan perusahaan.

Sementara bagi perguruan tinggi, industri dapat menyokong pendanaan, sehingga tidak terlalu bergantung pada bantuan APBN yang jumlahnya terbatas.

“Dunia industri pasti akan membantu secara finansial, sehingga universitas atau laboratorium dapat terbantu secara pendanaan,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Menteri Perindustrian RI ini juga menyebut Sinar Mas telah memberi suntikan dana sebesar Rp7 miliar untuk melengkapi peralatan laboratorium F-MIPA UI. Diharapkan dari gedung delapan lantai itu akan muncul riset-riset yang berguna bagi industri.

“Tidak hanya Sinar Mas, tapi juga dunia industri lainnya sangat berkepentingan dengan hasil-hasil riset MIPA ini,” tandasnya.

TERKINI
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental Vidic Nilai Carrick Sosok yang Tepat Tangani Manchester United Kualitas Sperma Capai Puncak di Musim Panas, Benarkah Pengaruhi Kesuburan? Kemenhut Diminta Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten