Senin, 14/01/2019 12:01 WIB
Singapura – Harga minyak mentah dunia turun hampir satu persen pada Senin (14/1), sebagai dampak melemahnya impor dan ekspor China, dan konsumsi minyak di negara perdagangan terbesar di dunia tersebut.
Minyak mentah berjangka internasional Brent berada di US$59,91 per barel pada 0403 GMT, turun 57 sen, atau 0,9 persen dari penutupan terakhir mereka.
Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 47 sen, atau 0,9 persen, menjadi US$51,12 per barel.
Ekspor keseluruhan China Desember turun 4,4 persen dari tahun sebelumnya, penurunan bulanan terbesar dalam dua tahun.
Trump Ancam Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak 8 Persen
Said Abdullah: Jangan Korbankan Rakyat Demi Kurangi Subsidi BBM
DPR Dorong WFH Sektoral dan Diplomasi Energi Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Data resmi menunjukkan pelemahan lebih lanjut dalam ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Impor bulan lalu juga mengalami kontraksi, turun 7,6 persen, penurunan terbesar sejak Juli 2016.
"Minyak mentah berjangka kembali turun karena perdagangan dimulai untuk minggu baru di Asia, bersamaan dengan sebagian besar pasar saham di kawasan itu,” ujar konsultan energi Vendana Hari dari Vanda Insights dilansir dari Reuters.
“China melaporkan surplus perdagangan $ 351,76 miliar dalam dolar untuk tahun 2018, terendah sejak 2013, ” imbuhnya.