Senin, 14/01/2019 09:30 WIB
Yerusalem - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu membernarkan menyerang gudang senjata Iran di Suriah pada akhir pekan ini. Pengakuan publik itu merupakan jarang terjadi seperti sebelum-sebelumnya.
"Hanya dalam 36 jam terakhir angkatan udara menyerang gudang Iran yang berisi senjata Iran di bandara internasional Damaskus," kata Netanyahu di awal pertemuan kabinet, seperti dirilis kantornya, Minggu (13/1).
"Akumulasi serangan baru-baru ini menunjukkan bahwa kami lebih bertekad untuk bertindak terhadap Iran di Suriah, seperti yang kami janjikan," sambungnya.
Media pemerintah Suriah melaporkan, pada Minggu (13/1) pesawat tempur Israel menembakkan sejumlah rudal ke Damaskus. Satu di antarnya menghantam gudang di bandara. Sebagian rudal itu ditembak jatuh pertahanan udara Suriah.
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
PM Malaysia Siap Potong Gaji Menteri jika Krisis Timteng Berlanjut
China Anggap Wajar Aktivitas Militer dekat Perairan Taiwan
Israel meningkatkan serangan di Suriah sebagai upayanya untuk melawan pengaruh yang diciptakan Iran, yang mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang yang meletus pada 2011. Masih banyak pasukan Iran di daerah selatan Damaskus.
Netanyahu telah berjanji tidak membiarkan Tehran mengakar sendiri secara militer di negara yang dilanda perang itu. Serangan terakhir Israel terjadi pada 25 Desember, ketika serangan rudal melukai tiga tentara Suriah.