Senin, 31/12/2018 07:35 WIB
Yerusalem - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan, hanya munggu tanggal tepat, Brasil akan memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Lewat pertemuan dengan para pemimpin komunitas Yahudi Brasil di Rio de Janeiro, Netanyahu, mengatakan, Presiden negara itu, Jair Bolsonaro mengatakan kepadanya, ini bukan masalah "jika" tapi "kapan".
"Kami sangat mementingkan Brasil, dan Brasil dalam konteks Amerika Latin. Ini menandakan perubahan bersejarah," ujar Netahanyu, dilansir dari Al Jazeera.
Netanyahu, perdana menteri Israel pertama yang mengunjungi Brasil, mengadakan pertemuan resmi dengan Bolsonaro pada hari Jumat (28/12) waktu setempat.
Ketua Ombudsman Terima Rp1,5 Miliar dari Bos Tambang Nikel
Ekspedisi Patriot 2026 Difokuskan ke Papua, Kementrans Libatkan 10 Kampus
Ketua Ombudsman Jadi Tersangka, Terbitkan Rekomendasi Khusus untuk PT TSHI
Setelah pertemuan itu, Bolsonaro mengatakan, "Kita membutuhkan sekutu yang baik, teman baik, saudara yang baik, seperti Benjamin Netanyahu."
Netanyahu mengatakan, Bolsonaro menerima undangannya untuk mengunjungi Israel. Perjalanan yang kemungkinan akan berlangsung pada Maret.
Bolsonaro menjamu Netanyahu dan para pemimpin sejumlah negara lain untuk pelantikannya, yang berlangsung di ibukota Brasilia, Brasilia, pada Selasa (25/12).
Namun niat itu diurungkan. Ia di bawah tekanan kuat dari sektor pertanian Brasil yang kuat untuk tidak melakukannya, karena hal itu dapat merusak ekspor Brasil ke negara-negara Arab yang memandang Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina di masa depan.
Liga Arab mengatakan kepada Bolsonaro bahwa memindahkan kedutaan ke Yerusalem akan membuat hubungannya dengan negara-negara Arab mundur, menurut surat yang dilihat kantor berita Reuters awal Desember.