Kebijakan Trump di Suriah Bikin AS Kurang Greget

Sabtu, 22/12/2018 08:30 WIB

Washington - Politisi Amerika Serikat dan negara sekutu masih bertanya-tanya perihal kebijakan epik Presiden AS Donald Trump di Suriah, yang mendorong Menteri Pertahanan Jim Mattis berhenti.

Seperti diketahui, langkah-langkah bersejarah Trump untuk menarik diri dari Suriah dan memangkas jumlah pasukan di Afghanistan bertentangan dengan doktrin AS selama bertahun-tahun di kawasan itu.

"Mengurangi kehadiran Amerika di Afghanistan dan menghilangkan kehadiran kami di Suriah akan membalikkan kemajuan, mendorong musuh kita, dan membuat Amerika kurang aman," kata anggota Kongres dari Partai Republik Mac Thornberry, sekutu Trump yang mengepalai Komite Angkatan Bersenjata House House.

Sementara di Pentagon, para pejabat enggan menebak masa depan AS dan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Kami merujuk ke Gedung Putih," kata seorang juru bicara, ketika ditanya tentang penarikan Afghanistan dilansir dari AFP pada Sabtu (22/12).

Mattis, yang dipandang sebagai suara moderat dan dipercaya oleh sekutu, mengundurkan diri pada Kamis lalu, setelah Trump mengatakan dia tidak bisa mematuhi keputusan Suriah.

Keputusan itu membuat ribuan pejuang Kurdi Turki makin mengkhawatirkan, mengingat Pentagon telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melatih dan mempersenjatai melawan kelompok-kelompok Islam.

TERKINI
Ide Caption Postingan Hari Kartini yang Diperingati Besok Inilah Dalil Lengkap Puasa Senin Kamis Beserta Niatnya Sosialisasi Keuangan Haji, HNW Apresiasi Penurunan Biaya Haji Haaland Ingin Timnya Tetap Fokus Usai Menang Lawan Arsenal