Minggu, 09/12/2018 10:30 WIB
Rimbo, Swedia - Para pejabat Yaman mengatakan, melengserkan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi akan tidak menyelesaikan masalah negara. Demikian dikatakan setelah pemberontak Houthi, mengusulkan pembentukan pemerintahan transisi baru.
Abdulaziz Jabari, anggota delegasi pemerintah untuk pembicaraan damai di Swedia, mengatakan kesengsaraan negara itu berasal dari pengambilalihan Houthi Sanaa dan bentangan besar lainnya dari wilayah itu, bukan posisi Hadi.
Hari Ikrar Gerakan Pramuka Setiap 30 Juli, Ini Sejarah hingga Maknanya
30 Juli 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini
Jangan Anggap Sepele, Panas dan Dingin Ekstrem Bisa Memicu Serangan Jantung
Pihak yang terlibat di Yaman bertemu di kota Swedia Rimbo sejak Kamis untuk membahas cara mengakhiri konflik yang menewaskan sekitar 56.000 orang dan meninggalkan 22 juta orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Negosiasi, yang tidak tatap muka, diperkirakan akan berlangsung hingga 14 Desember, tetapi sumber-sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pertemuan itu dapat diperpanjang menunggu setiap terobosan.
Keyword : Konflik YamanHouthiPBB