Senin, 03/12/2018 08:03 WIB
Yerusalem - Polisi Israel mengumpulkan beberapa bukti yang cukup terkait kasus penyuapan dan penipuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan istrinya. Temuan terbaru ini menyusul pengurangan mayoritas koalisi sayap kanan menjadi satu kursi di parlemen.
Aparat kepolisian menduga Netanyahu memberikan bantuan regulasi kepada Bezeq, kelompok telekomunikasi terbesar Israel, sebagai imbalan harus memberikan hal positif tentang dirinya dan istrinya di situs berita anak perusahaan Bezeq, Walla.
Kasus Bezeq, yang dikenal sebagai Kasus 4000, adalah yang paling serius dari semua yang telah dituduhkan Netanyahu. Dua orang kepercayaannya berubah menjadi saksi negara dan diyakini memberikan polisi bukti yang menguatkan.
Polisi mengatakan penyelidikan, yang termasuk kesaksian 60 saksi, mengungkapkan bahwa bos Netanyahu dan Bezeq, Shaul Elovitch terlibat dalam hubungan berbasis sogokan.
Empat Warga Termasuk Satu Anak Tewas dalam Serangan Israel
Belgia Larang Impor Barang Israel dari Wilayah Palestina
Biaya Rekonstruksi Pascaperang Lebanon Tembus Rp360 Triliun
Polisi mendakwa Netanyahu atas tuduhan korupsi dalam dua kasus berbeda, salah satunya melibatkan menerima hadiah dari teman-teman miliarder dan yang lainnya atas perdagangan liputan media positif yang menguntungkan surat kabar.
Sebelumnya, Netanyahu menepits tudingan tersebut. "Rekomendasi ini ditentukan dan bocor bahkan sebelum penyelidikan dimulai," ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan pada Minggu, (3/12).