Selasa, 27/11/2018 14:37 WIB
Yangon - Pihak berwenang Myanmar menangkap sebuah kapal berisikan 93 pengungsi muslim Rohingya, yang melarikan diri dari kamp-kamp pengungsi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar barat, dengan tujuan pergi ke Malaysia.
Dilansir dari Reuters, kapal itu diyakini berhenti di perairan Myanmar sejak musim hujan mulai mereda bulan lalu, sembari menunggu cuaca yang lebih tenang.
"Nelayan telah melaporkan kapal yang mencurigakan kepada pihak berwenang," kata Direktur Kantor Pemerintah Myanmar di Dawei, Moe Zaw Latt
Angkatan Laut menghentikan kapal tersebut pada akhir pekan lalu, dan menahan 93 orang. Saat diinterogasi, mereka mengaku datang dari kamp Thae Chaung di ibukota Negara Bagian Rakhine, Sittwe.
Jadi Narsum Musrenbang NTB, Mendes PDT Ajak Warga Maksimalkan Potensi Desa
Bukan Hadiah Mewah, 5 Gestur Sederhana Ini Jadi Kunci Hubungan Langgeng
Berbagai Amalan Sunah yang Dianjurkan Sebelum Shalat Jumat
Thae Chaung berjarak sekitar 900 km (560 mil) barat laut Dawei, dan menampung orang-orang terlantar, yang kebanyakan adalah orang-orang tanpa kewarganegaraan Rohingya.
“Mereka mengatakan mereka melarikan diri dari kamp. Mereka bermaksud pergi ke Malaysia,” kata Moe Zaw Latt.
"Pihak berwenang sedang mempersiapkan untuk mengirim mereka kembali ke Sittwe pada hari Selasa," tambahnya.
Sementara Badan pengungsi PBB (UNHCR) mendesak Myanmar mengatasi akar penyebab perpindahan pengungsi Rohingya, termasuk soal kewarganegaraan, di mana selama ini Myanmar menganggap Rohingya sebagai imigran ilegal dari anak benua India.