Minggu, 25/11/2018 18:30 WIB
Ankara - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, para migran di perbatasan selatan negara itu tidak akan diizinkan masuk hingga pengadilan sudah mengiyakan.
"Kami hanya akan mengizinkan mereka yang datang ke Negara kami secara legal. Selain itu kebijakan kami yang sangat kuat adalah tangkap dan tahan," tulis Donald Trump di akun Twitternya pada Sabtu malam.
"Semua akan tetap di Meksiko. Kalau perlu kita akan TUTUP Perbatasan Selatan kita. Tidak ada cara bahwa Amerika Serikat akan, setelah beberapa dekade pelecehan, tahan dengan situasi yang mahal dan berbahaya !," tegas Trump.
Baru-baru ini, ribuan migran telah menunggu di Tijuana, Meksiko, untuk menyeberang ke AS, banyak dari mereka yang menarik perhatian nasional dan mendorong Trump untuk menjadi vokal, mengatakan bahwa ini adalah "invasi" dan di antara para migran adalah "penjahat Timur Tengah dan tidak dikenal."
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Dorong Gencatan Senjata, Trump Sebut Israel dan Lebanon Bertemu Hari Ini
Keamanan perbatasan telah diperketat juga, dengan 7.000 pasukan militer telah dikirim untuk mengamankan perbatasan selatan dan mengeraskan pelabuhan masuk.
Hakim Jon Tigar dari Pengadilan Distrik di San Francisco mengeluarkan perintah penahanan sementara pada Senin lalu terkait kebijakan pemerintah, yang disahkan Trump pada 9 November, untuk melarang para migran menyeberang dari luar pelabuhan.
Perintah penahanan yang ditempatkan oleh Tigar akan memungkinkan migran untuk mencari suaka terlepas apakah mereka memasuki AS secara ilegal atau datang melalui pelabuhan.
Keyword : Donald TrumpAmerika SerikatMigranMeksiko