Israel Tolak Pakta Migrasi Internasional

Rabu, 21/11/2018 18:35 WIB

Jakarta - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan, Israel tidak akan menandatangani Global Compact atau yang dikenal sebagai pakta migrasi internasional.

"Saya menginstruksikan kementerian luar negeri untuk mengumumkan, Israel tidak akan berpartisipasi dan menandatangani Global Compact untuk Migrasi yang Aman, Tertip dan Regular," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, dilansir Memo.

"Kami berkomitmen untuk mempertahankan perbatasan kami terhadap para penyusup ilegal. Itulah yang kami lakukan, dan itulah yang akan terus kami lakukan," tegas Netahanyu.

Di tempat yang berbeda, Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Hotovely menguatkan bahwa Israel sama sakali tidak memiliki niat bergabung dalam kesepakatan tersebut.

"Israel tidak memiliki niat untuk menjadi mitra dalam perjanjian ini. Israel harus mengikuti kebijakan migrasi khusus yang ditentukan oleh keadaannya sebagai negara kecil yang bertujuan untuk mempertahankan kewarganegaraan Yahudinya," jelasnya.

Dirumuskan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Global Compact rencananya akan diresmikan pada konferensi internasional yang akan diadakan di Maroko pada pertengah Desember 2018.

Semua negara anggota PBB, kecuali Amerika Serikat (AS), sudah menyatakan mendukung pakta imigrasi tersebut.

Sekedar diketahui, Israel saat ini menjadi rumah bagi sekitar 35.000 pencari suaka, termasuk 27.500 dari Eritrea dan 7.800 dari Sudan.

Sebagian besar dari mereka tiba di Israel melalui Mesir, selama periode antara 2006 dan 2013 sebelum pagar keamanan didirikan di sepanjang perbatasan Mesir-Israel.

 

TERKINI
Mode Nostalgia, Mengenang Motor Bekennya Remaja Era 90 dan Awal 2000-an BP BUMN Bakal Rampingkan 44 Entitas Usaha PLN menjadi 23 Teliti sebelum Membeli Ban, Kode Rahasia Ini Mesti Kamu Pahami Hari Ini, Harga Cabai Rawit Tembus Rp92.250 per Kilogram