Konferensi Baghdad Kecam Sanksi Sembrono AS

Senin, 19/11/2018 09:39 WIB

Baghdad - Sekitar 15 lembaga agama dan akademis Irak yang berpartisipasi dalam Konferensi Pemikiran Islam di Baghdad mengutuk sanksi unilateral Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.

Konferensi yang berlangsung di Universitas Al-Nahrain dalam rangka memperingati kelahiran, Nabi Muhammad (SAW), Pekan Kesatuan, sekaligus untuk memuji kemenangan Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF) yang berhasil mengusir ekstremisme di negara tersebut.

Hadir pada acara tersebut, Kantor Perwakilan Pemimpin Tertinggi di Irak, Forum Dunia untuk Kedekatan Sekolah-sekolah Pemikiran Islam, Enduniemen Sunni Irak Diwan, Sunni Darul Ifta Irak, cendekiawan Muslim Sunni Irak Islam dan Universitas Internasional Almustafa.

Pada kesempatan tersebut, Perwakilan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Irak, Seyyed Mojtaba Hosseini mengatakan bahwa pembentukan kamar-kamar pemikiran adalah penting untuk melawan negara yang arogan.

Ia juga memperingatkan ancaman senjata lunak seperti Internet, "Hari ini, kekuatan arogan mencoba menyusup ke hati dan jiwa para pemuda dan menjauhkan mereka dari keyakinan agama."

Hasil dari konferesnsi tersebut menyepakati perlunya keseriusan menghadapi pemikiran Takfiri dan ekstremis di masyarakat Islam. Selain itu, mereka juga mengutuk pembantaian orang-orang tak berdosa di Palestina dan Yaman.

Lembaga yang berpartisipasi dalam konferensi itu juga menyatakan penentangan mereka terhadap sanksi anti-Iran dan kebijakan blokade ekonomi negara-negara.

"Mereka sama dengan terorisme dan bertentangan dengan hak asasi manusia dan demokrasi yang mereka klaim," tegas pernyataan bersama tersebut dilansir dari IRNA.

TERKINI
Indonesia Kutuk Keras Tindakan Tak Manusia Israel tehadap Relawan Flotilla IRGC: Sedikitnya 30 Kapal Telah Lewati Selat Hormuz KPK Berpeluang Kembali Periksa Eks Menhub Budi Karya di Kasus DJKA Mulai Juli 2026, Indonesia Wajibkan Bensin Campur Etanol 5 Persen