Sabtu, 03/11/2018 22:32 WIB
Teheran – Pemimpin Tertinggi Republik Islam -decoration:none;color:red;">Iran Ayatullah -decoration:none;color:red;">Ali Khamenei menyebut keputusan Presiden -decoration:none;color:red;">Amerika Serikat (AS) -decoration:none;color:red;">Donald Trump menerapkan sanksi ekspor minyak dan keuangan terhadap -decoration:none;color:red;">Iran, telah menempatkan dirinya berada di pihak berseberangan dengan mayoritas negara di dunia.
Dalam sebuah siaran di televisi lokal, Khamenei mengatakan AS telah gagal menegaskan dominasinya atas -decoration:none;color:red;">Iran pasca Revolusi Islam di negara tersebut pada 1979 silam.
“Dunia menentang keputusan Trump,” tegas Khamenei dilansir dari Reuters pada Sabtu (3/11).
“Tujuan Amerika ialah untuk membangun kembali dominasi yang dimilikinya sebelum 1979, tapi gagal. Amerika telah dikalahkan oleh Republik Islam selama 40 tahun terakhir,” imbuhnya.
Iran: Keamanan Hormuz Bergantung pada Kebebasan Ekspor Minyak Iran
Kapal Perusak AS Tembak dan Sita Kapal Iran di Teluk Oman
Menbud Nilai Bandung Spirit Tetap Relevan jadi Kompas Moral Dunia
Pada Senin, 5 November 2018 mendatang, AS resmi memberlakukan sanksi ekspor minyak dan keuangan terhadap -decoration:none;color:red;">Iran. Kebijakan ini lahir setelah AS menarik diri dari Pakta Nuklir 2015 pada Mei lalu.
Namun tak seluruh negara harus menjalankan sanksi AS. Setidaknya, delapan negara dikecualikan boleh melakukan transaksi minyak dengan Teheran, di saat kini -decoration:none;color:red;">Iran menjadi eksportir minyak nomor tiga di dunia.