Krisis Obat Ancam Ribuan Nyawa Warga Gaza

Kamis, 01/11/2018 22:32 WIB

Jakarta - Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza memperingatkan bahwa krisis terjadi akibat kurangnya obat-obatan yang diperlukan di rumah sakit dan pusat perawatan kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan Yousef Abu-Rish mengatakan dalam pernyataannya bahwa pasokan obat-obat sangat kurang di Jalur Gaza.

"Situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menempatkan kehidupan ribuan pasien di Jalur Gaza dipertaruhkan karena kurangnya obat-obatan yang diperlukan," katanya dilansir Memo.

Dia menyatakan bahwa departemen utama di rumah sakit pemerintah Gaza, seperti darurat, operasi dan departemen ICU, juga dipengaruhi oleh kurangnya obat-obatan dasar.

Selain itu, ia mengatakan bahwa pasien yang memiliki transplantasi ginjal perlu mulai menggunakan mesin dialisis jika obat-obatan yang mereka butuhkan tidak segera diberikan.

Abu-Rish mendesak Otorita Palestina di Tepi Barat untuk menyelesaikan krisis medis dan mengembalikan harapan kepada pasien di Gaza.

Gaza telah berada di bawah pengepungan Israel 11 tahun yang didukung oleh Mesir dan PA dalam upaya untuk menggulingkan pemerintah Hamas yang dipilih secara bebas.

Keyword : Krisis Obat Gaza

TERKINI
Kampus Inklusif Bukan Sekadar Regulasi, tapi Harus Segera Direalisasikan Kejagung Tetapkan PT Toba Pulp Lestari Tersangka Korupsi Miliki 145 Kamar, Bloom Hotel Bali Ungasan Target Operasi Akhir 2029 Ini Langkah TransNusa terhadap Penumpang Terdampak Abu Vulkanik