Kamis, 01/11/2018 22:32 WIB
Jakarta - Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza memperingatkan bahwa krisis terjadi akibat kurangnya obat-obatan yang diperlukan di rumah sakit dan pusat perawatan kesehatan.
Wakil Menteri Kesehatan Yousef Abu-Rish mengatakan dalam pernyataannya bahwa pasokan obat-obat sangat kurang di Jalur Gaza.
"Situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menempatkan kehidupan ribuan pasien di Jalur Gaza dipertaruhkan karena kurangnya obat-obatan yang diperlukan," katanya dilansir Memo.
Dia menyatakan bahwa departemen utama di rumah sakit pemerintah Gaza, seperti darurat, operasi dan departemen ICU, juga dipengaruhi oleh kurangnya obat-obatan dasar.
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong
Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya
Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga
Selain itu, ia mengatakan bahwa pasien yang memiliki transplantasi ginjal perlu mulai menggunakan mesin dialisis jika obat-obatan yang mereka butuhkan tidak segera diberikan.
Abu-Rish mendesak Otorita Palestina di Tepi Barat untuk menyelesaikan krisis medis dan mengembalikan harapan kepada pasien di Gaza.
Gaza telah berada di bawah pengepungan Israel 11 tahun yang didukung oleh Mesir dan PA dalam upaya untuk menggulingkan pemerintah Hamas yang dipilih secara bebas.
Keyword : Krisis Obat Gaza