Iran dan Rusia Diminta Tak Terlibat Rekonstruksi Suriah

Rabu, 31/10/2018 14:09 WIB

Ankara - Sebuah kelompok hak asasi manusia (HAM) mendesak perusahaan Rusia dan Iran tak mengambil bagian dalam proses rekonstruksi di negara Suriah selama rezim Bashar al-Assad tetap berkuasa.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) mengatakan baik Rusia maupun Iran telah mendukung rezim selama perang saudara di negara itu dan peran mereka dalam rekonstruksi dapat meningkatkan kekacauan di sana.

Pernyataan itu mengatakan bahwa Rusia dan Iran telah berkontribusi pada kekerasan di Suriah karena mereka mendukung rezim Assad. SNHR mengatakan proses rekonstruksi dengan solusi politik dapat mengembalikan stabilitas di Suriah.

Pada beberapa platform internasional, Rusia telah menyuarakan bahwa untuk sementara situasi di Suriah sudah normal dan proses rekonstruksi dapat dimulai.

Pada 1 September, Iran mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian dengan rezim Assad mengenai pembangunan infrastruktur, perumahan dan kereta api.

Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga. (AA)

TERKINI
Hukum Puasa Tasua 9 Muharram Digabung dengan Qadha Ramadan Kilas Balik Hari Asyura, Momen Kemenangan Tauhid di Laut Merah Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram 2026, Menghapus Dosa Setahun Lalu Alvarez: Messi Adalah Pemain Terbaik Sepanjang Masa