Kamis, 18/10/2018 18:02 WIB
Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan akan tetap hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Investasi The Future Investment Initiative (FII) yang digelar di Riyadh, Arab Saudi pada 23 Oktober mendatang.
Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong di Jakarta pada Kamis (18/10).
“Menurut saya tepat dan layak untuk saya mewakili pemerintah Indonesia, kecuali ada arahan lain dari Presiden Joko Widodo,” kata Thomas kepada awak media.
Thomas atau Tom mengatakan, kehadiran Indonesia juga sebagai bentuk keprihatinan atas terbunuhnya jurnalis Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu.
Geopolitik Memanas, Erdogan Tak Diundang ke KTT Uni Eropa di Siprus
Saudi Berlakukan Aturan Baru Masuk Makkah jelang Musim Haji
DPR Pastikan Penyelenggaraan Haji 2026 Berjalan Aman dan Nyaman
“Budaya Indonesia itu, kalau ada masalah atau keprihatinan, kita justru harus merapat dan mengintensifkan dialog, bukan menjauh atau memprotes,” terang Tom.
Seperti diketahui, Saudi sedang menjadi sorotan dunia pasca terbunuhnya Khashoggi. Berdasarkan media Turki, Khashoggi dibunuh oleh 15 agen, yang selama ini dekat dengan putra mahkota Pangeran Mohammad bin Salman.
Implikasinya, sejumlah perusahaan besar dan media membatalkan hadir dalam KTT Investasi Saudi, di antaranya JP Morgan, Google Inch, dan Ford. (Ant)
Keyword : Turki Khashoggi Arab Saudi