Senin, 08/10/2018 06:20 WIB
Tokyo – Ratusan pedagang ikan sibuk turun naik memindahkan barang dagangannya ke atas truk dan forklift. Mereka harus mulai meninggalkan Tsukiji, pasar ikan ternama di Jepang, menuju lokasi baru di Toyosu yang dipilih oleh pemerintah setempat.
Dilansir dari AFP, Tsukiji menjadi rumah bagi 900 pebisnis dengan 480 jenis makanan laut senilai US$14 juta setiap hari. Tak hanya itu, 270 jenis buah dan sayur juga memadati lokasi ini, sehingga tak heran bila wisatawan enggan melewatkan Pasar Tsukiji jika melancong ke Negeri Sakura.
Namun relokasi telah dimulai akhir pekan lalu. Untuk sementara waktu proses lelang tuna setiap jam dua pagi yang biasanya memancing perhatian turis, tak bisa lagi disaksikan.
Usia Pasar Tsukiji yang telah mencapai 83 tahun menjadi salah satu pertimbangan penggusuran. Apalagi pasar tua tersebut dinilai kumuh, menyebabkan polusi udara, dan menghalangi pekerjaan konstruksi.
Mendes Sosialisasikan Program Magang di Jepang saat Dialog dengan Siswa NTB
Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak Tambahan untuk 20 Hari
Tradisi Lempar Koin Picu Masalah Kualitas Air di Gunung Fuji
Sementara itu di lokasi baru, Toyosu, sempat ada kekhawatiran karena tanahnya terkontaminasi. Hal ini memaksa pemerintah menghabiskan jutaan dolar untuk membersihkan daerah tersebut.
Per akhir 2017, para ahli menyatakan Toyosu sudah aman. Gubernur Tokyo pun akhirnya mengambil keputusan untuk merelokasi Tsukiji, setelah bertahun-tahun menunda rencana itu.
“Saya merasa nostalgia, kerena Tsukiji telah menjadi rumah saya selama 15 tahun,” kata pedagang sayur Tsukasa Kujirai.