Turki Berhenti Gunakan Jasa Perusahaan AS

Minggu, 07/10/2018 16:35 WIB

Ankara - Presiden Turki Tayyip Erdogan memerintahkan menteri-menterinya untuk berhenti menggunakan layanan konsultasi dari perusahaan Amerika Serikat (AS), McKinsey.

Keputusan itu dikeluarkan setelah pihak oposisi mengkritik keras hubungan Turki dengan McKinsey.

Bulan lalu, Menteri Keuangan Turki, Berat Albayrak, yang juga menantu Erdogan, mengumumkan, Turki  memutuskan untuk bekerja dengan McKinsey sebagai bagian dari upaya untuk menerapkan program ekonomi jangka menengah yang baru.

Pemimpin oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP), Kemal Kilicdaroglu  pekan ini menuduh Erdogan berpihak pada perusahaan-perusahaan AS di tengah hubungan kedua negara itu sedang memanas.

"Orang ini (Kilicdaroglu) sedang mencoba untuk menyudutkan kami dengan mengajukan pertanyaan tentang perusahaan konsultan yang telah dibayar penuh untuk membantu manajemen ekonomi kami," kata Erdogan kepada anggota Partai AK yang berkuasa.

"Agar tidak memberinya kesempatan itu, Saya mengatakan kepada semua menteri saya untuk tidak lagi menerima konsultasi dari mereka (McKinsey)," tambahnya. (Memo)

TERKINI
Ini Pentingnya Mendengarkan Nasihat dari Orang Bijak dalam Islam Ternyata Ini Jihad yang Paling Utama Menurut Rasulullah 5 Hal yang Perlu Diajarkan kepada Anak Tentang Gempa Bumi 10 Tempat Paling Aman untuk Berlindung Saat Gempa Bumi