Kamis, 20/09/2018 18:45 WIB
Jakarta - Pemerintah ternyata tidak lagi memiliki data pangan secara resmi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) berhenti merilis data pangan sejak 2015 silam.
Begitu kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti singkat kepada jurnas.com melalui WhatsApp, Kamis (20/9).
Sejak saat itu, kata Yunita, BPS tidak lagi mengeluarkan data produksi beras, melainkan hanya data berupa ekspor dan impor beras.
"BPS hingga sekarang belum mengeluarkan lagi data produksi beras," tegas Yunita.
Anggota DPR: Pembaruan DTSEN Kunci Bantuan Sosial Tepat Sasaran
Kanada "Ngambek" Kena Tarif Impor AS, Batalkan Acara Peresmian Jembatan
Harga Sembako Hari Ini: Beras Medium Dijual Mulai Rp16 Ribuan per Kg
"Dari sisi supply (produksi) BPS masih dalam proses perbaikan. Metodologi pengumpulan data yang baru rencananya Oktober akan dirilis," sambungnya.
Dikabarkan BPS tengah menyiapkan metode penelitian baru, terkait data pangan BPS yang selama ini dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Data itu menggunakan metode pengumpulan data, yakni Kerangka Sampel Area (KSA).
Metode ini sudah diujicobakan dan diterapkan sejak tahun 2016 di Garut dan Indramayu, dan keseluruhan pulau Jawa pada 2017, kecuali DKI Jakarta.