Gelar Expo DPR Peduli Huntara for NTB, Fahri Minta Pemerintah Jujur

Kamis, 20/09/2018 18:02 WIB

Jakarta - DPR menggelar acara Expo DPR Peduli Huntara for NTB sebagai bentuk kepedulian terhadap gempa yang mengguncang NTB beberapa waktu lalu. Acara tersebut juga mendorong pemerintah untuk mencairkan dana untuk keperluan Huntara.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/9). Menurutnya, acara ini adalah ikhtiar berlanjut yang terus dilakukan terhadap dampak dari gempa yang datang beruntun di NTB.

"Dalam acara ini kita juga sengaja mendatangi pihak-pihak terkait NTB yang sangat paham akan daerahnya," kata Fahri dalam acara talkshow DPR Peduli Huntara for NTB yang dibuka oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

Sebab, kata Fahri, hingga saat ini kebijakan yang dikeluarkan pemerintah belum dapat menuntaskan sejumlah persoalan para korban gempa di NTB.

"Ada yang terus menerus kita tidak paham di luar, utamanya yang terkait dengan instruksi presiden. Apalagi instruksi gubernur yang baru dilantik kemarin," katanya.

Untuk itu, kata Fahri, pemerintah daerah setempat
harus segera mencari solusi yang dapat menuntaskan persoalan yang sedang dihadapi para korban khususnya tempat tinggal para korban.

"Karena ada kesan pemerintah nggak punya uang. Maka sampai rapat dengan 16 kementerian, begitu saya kejar memang nggak bisa jawab problem ini. Sebenarnya uangnya berapa dan niat ngga membiayai?" terangnya.

Sebab, lanjut Fahri, bantuan berupa uang dari pemerintah belum dapat dicairkan oleh para korban gempa. Hal itu membuat para korban belum dapat tempat tinggal sementara.

"Memang uangnya sudah ditransfer, tapi uang tidak bisa dicairkan. Makanya saya bilang, faktanya untuk rumah belum ada uang," katanya.

Kata Fahri, forum DPR Peduli Huntara for NTB ini, salah satu targetnya adalah meminta agar pemerintah segera mentrasfer uang tersebut.

"Kalau nggak ada uang ngaku saja. Saya dengar dia mau ngais-ngais uang dari konpensasi tambang (royalti), itu kan uang kita," tegasnya.

TERKINI
Panel Surya dan Tanaman Bisa Berbagi Lahan, Hasilnya Lebih Efisien Peneliti: Gelas Kertas Minuman Panas Bisa Lepaskan Jutaan Partikel Plastik Hotspot Karhutla Turun, Tapi Kalbar dan Kalteng Masih Jadi Perhatian Iran Ancam Balasan Lebih Berat Jika AS Kembali Menyerang