Kamis, 13/09/2018 14:35 WIB
Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam kebijakan garis merah Amerika Serikat (AS). Menurutnya garis merah untuk PBB akan menjadi serangan terhadap penduduk sipil di Idlib, Suriah.
"Warga sipil korbankan dalam perang melawan teror atas upaya mendapatkan kembali kendali atas negara itu," kata Hanny Megally dari PBB dalam konferensi pers di Jenewa.
Megally adalah anggota Komisi Penyelidikan Internasional Independen untuk Republik Arab-Suriah yang bertugas menyelidiki semua dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional sejak Maret 2011 di Suriah.
"Lebih banyak tewas karena pengabaian terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional oleh semua pihak dalam konflik daripada senjata kimia," jelas Megally dilansir Anadolu, Kamis (13/9).
PBB: 2025 Tahun Paling Mematikan bagi Pengungsi Rohingya di Laut
Uni Eropa Bakal Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Suriah
Tak Cuma Mengecam, Begini Balasan Italia usai Pasukannya Diserang Israel
Ketua komisi, Paulo Sergio Pinheiro, mengatakan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menemukan solusi politik untuk konflik. Ia menyerukan semua aktor terkait agar menggunakan seluruh kekuatan mereka untuk mencegah pembantaian di Idlib.
Soal garis merah pemerintah AS, Megally berkata, "Jika AS mengatakan `Anda tahu bahwa garis merah adalah penggunaan senjata kimia`, kami akan mengatakan, garis merah adalah setiap serangan terhadap populasi warga sipil."Keyword : Amerika Serikat Suriah Idlib PBB