Kini Wanita Urban Bisa Persingkat Waktu Menata Rambut

Jum'at, 31/08/2018 21:04 WIB

Jakarta - Rutinitas dan kesibukan yang padat serta waktu yang bergerak cepat menuntut para perempuan urban untuk selalu tampil cantik tanpa harus menghabiskan banyak waktu.

Salah satu kegiatan yang cukup memakan waktu ketika bersiap di pagi hari adalah menata rambut. Untuk mempersingkat waktu dalam penataan rambut sekaligus mendapatkan tampilan rambut cantik natural setiap harinya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Google Trends Data, kata kunci Permanent Blow banyak dicari pada kolom pencarian Google dengan total presentase sebesar 80 persen.

Begitu juga dengan data dari salon study yang menunjukn bahwa terjadi jumlah kenaikan minat perempuan Indonesia dalam melakukan servis perming dari tahun 2016 ke 2017.

Mengerti kebutuhan tersebut, L’Oréal Professionnel kini menghadirkan servis #Oleoshaping sebagai servis pengeritingan dan pelurusan rambut permanen membuat penataan rambut hanya rambut 5-10 menit setiap harinya.

L’Oréal Professionnel menghadirkan #Oleoshaping by Xtenso Oleoshape; yaitu servis hair shaping pertama1 yang diperkaya kandungan nutrisi oil trio yang memberikan hasil pengeritingan ataupun pelurusan rambut permanen dengan hasil lebih lembut, bouncy dan berkilau.

Hendra Purjaka selaku Brand General Manager L’Oréal Professionnel mengatakan, umumnya wanita menghabiskan waktu untuk bersiap sekitar 1 hingga 1,5 jam di pagi hari, termasuk dalam menata rambut sekitar 20 hingga 45 menit2.

"Hal ini yang mendorong minat wanita untuk melakukan servis perming baik pelurusan maupun pengeritingan agar lebih praktis," ujarnya di Jakarta.  

Hendra berharap peluncuran servis #Oleoshaping by Xtenso Oleoshape dengan formulasi baru dapat mempersingkat waktu wanita urban dalam menata rambut.

TERKINI
Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi Apa Itu Super El Nino? Ini Prediksi Terbaru dan Dampaknya ke Dunia Negosiator Iran Sebut Pembicaraan dengan AS Tunjukkan Kemajuan Kementerian LH: TPA Wajib Hentikan Open Dumping Paling Lambat Agustus 2026