Selasa, 31/07/2018 07:51 WIB
Teheran - Pengusiran pasukan Iran di Suriah disebut tidak realistis. Demikian disampaikan Duta Besar Rusia di Tel Aviv, Anatoly Viktorov, pasa Senin kemarin.
Dalam wawancara dengan Channel 10, stasiun televisi rezim Zionis, Viktorov menanggapi tuntutan berulang kali Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengusir pasukan Iran dan sekutu mereka dari Suriah.
"Kami tidak bisa memaksa Iran meninggalkan Suriah. Itu tidak realistis," terang Viktorov, dilansir IRNA, Selasa (31/7)
Iran memainkan peran kunci yang sejalan dengan upaya bersama untuk memberantas terorisme di Suriah dan karena alasan ini, kata Viktorov, tuntutan Tel Aviv untuk mengusir pasukan asing dari Suriah ini tidak realistis.
Perang AS vs Iran Bayangi Pertemuan BRICS 2026 di New Delhi
Dishub DKI Ambil Alih Sementara Pengelolaan Parkiran di Blok M
Trump Akui Abaikan Ekonomi Warga AS demi Cegah Nuklir Iran
Viktorov menegaskan bahwa kehadiran militer Iran di Suria legal dan konsisten dengan peraturan dan prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menanggapi pertanyaan mengenai sikap Moskow terhadap serangan udara rezim Zionis terhadap Damaskus, utusan Rusia itu mengatakan Moskow menentang penggunaan kekuatan apa pun Israel, tetapi ia juga tidak meberikan masukan apa pun, sebab masalah itu tidak ada hubungannya dengan Rusia.Setelah pembebasan sebagian besar wilayah Suriah selatan yang berbatasan dengan dataran tinggi Golan yang diduduki, rezim Zionis menargetkan posisi pasukan Suriah dan pasukan perlawanan di tanah Suriah beberapa kali untuk mendukung kelompok-kelompok teroris.