Selasa, 24/07/2018 08:40 WIB
Jakarta - Militer Israel meningkatkan pertahanan degan menggunakan sistem interceptor David Sling untuk pertama kalinya pada Senin untuk mencegat rudal balistik yang diluncurkan dari Suriah.
Sirene terdengar di Israel utara pada Senin pagi ketika IDF menerapkan David Sling untuk mencegat dua rudal balistik SS-21, yang telah ditembakkan sebagai akibat dari pertempuran internal di Suriah.
"Menanggapi ancaman itu, IDF meluncurkan 2 interseptor sistem pertahanan udara David Sling," kata IDF dilansir UPI.
IDF mengatakan mereka menggunakan sistem tersebut untuk mencegat rudal, yang membawa hulu ledak setengah ton, berdasarkan keyakinan bahwa lintasan rudal akan membawa mereka dekat Kinneret .
Israel Selidiki Foto Tentara IDF Hancurkan Patung Yesus di Lebanon
23.000 Lebih Warga Palestina di Tepi Barat Ditangkap Zionis Israel
Zelensky Ajak Eropa Bentuk Sistem Pertahanan Anti Rudal Balistik
Salah satu rudal mendarat di Suriah di dekat perbatasan Israel dan tidak jelas apakah sistem itu mencegat yang kedua. IDF mengatakan tidak ada kerusakan atau cedera yang dilaporkan.
Kementerian Pertahanan Israel sedang menyelidiki insiden itu untuk menentukan apakah penggunaan pertama sistem pertahanan rudal berhasil.
Dalam sebuah tes di bulan Januari, David Sling berhasil mencegat ancaman yang menggunakan rudal Stunner.
Sistem pertahanan rudal dikembangkan dan diuji dalam upaya bersama antara Israel dan Amerika Serikat. Ini dimaksudkan untuk pertahanan terhadap roket berkaliber besar dan rudal balistik jarak pendek serta rudal pencegatnya memiliki jangkauan hingga sekitar 186 mil.
David Sling dikontrak oleh Rafael Advanced Defense Systems Ltd. dan disubkontrak oleh Raytheon Missile Systems.