Selasa, 10/07/2018 17:05 WIB
Soppeng – Banjir di tiga Kabupaten Sulawesi Selatan (Sulsel), Wajo, Soppeng dan Bone disebut tidak akan mempengaruhi stok beras nasioanal. Pasalnya, ketersediaan saat ini lebih dari cukup.
Begitu kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Desa Kessing, Kecematan Donri-Donri, Sulsel, Selasa (10/7).
"Enggak kita suda perhitungkan ini kecil, sebab Luas Tambah Tanam (LTT) tahun ini naik kurang lebih 20 ribuan di banding tahun lalu. Katakanlah 7 atau 9 ribu berarti gak terpengaruh, kenapa? Karena tidak semuanya kena," kata Amran.
Menteri yang dijuluki Bapak Jagung itu mengatakan, stok beras saat ini sekitar 1,8 juta ton berada di Gudang Bulog. "Jadi tidak terpengaruh dan aman serta lebih dari cukup," jelasnya.
Ekslusif Konser Dua Delapan Padi Reborn Hadirkan Kualitas Audio Visual
Perlukah Mencuci Beras Sebelum Dimasak? Ini Penjelasan Ilmuwan
Syngenta Luncurkan Fungisida Pengendalian Penyakit Padi
Untuk diketahui, banjir di Kabupaten Wajo, Soppeng dan Bone merupakan kiriman dari Sungai Waelannae, dan sungai Tandu Tedong ke Danau Tempe lalu meluap ke lahan pertanian warga. Akibatnya terjadi puso, di Wajo seluas 7.591 hektare, Soppeng 2.969 hektare dan Bone 920 hekare. Total puso mencapai 11.480 hekatere.