Wabup Buru Tuntut Ketua HMI Namlea Minta Maaf

Senin, 09/07/2018 13:20 WIB

Buru, Maluku – Wakil Bupati Buru Amus Besan menuntut Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Namlea meminta maaf di media daring dan cetak, menyusul tudingan yang menimpa dirinya soal mark up anggaran Rumah Jabatan.

“Saya pribadi sangat menaruh perhatian terhadap aktivitas kemahasiswaan dan mendukung sikap kritis-obyektif mereka. Namun, seyogyanya kritik dan kontrol dilakukan secara obyektif, tidak parsial, dan dilakukan sesuai koridor aturan main yang berlaku,” demikian disampaikan Amus pada Senin (9/7) lewat siaran pers.

Mantan perwira polisi Polda Maluku ini menggunakan hak jawabnya untuk membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan, jika dalam waktu 3 x 24 jam HMI Cabang Namlea tidak dapat mengklarifikasi dan membuktikan tuduhan tersebut, maka Amus akan menempuh langkah hukum terhadap HMI Cabang Namlea.

Ia menduga ada motif tertentu dibalik rilis ini. “Sebab, sejumlah kasus akuntabilitas keuangan di Kabupaten Buru banyak yang terjadi kasat mata dan tengah dalam proses hukum, namun sayangnya HMI tidak menaruh perhatian dan mengadvokasi supaya segera dituntaskan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Amus mengimbau HMI Cabang Namlea supaya menyadari langkah keliru yang dilakukan, supaya segera mengklarifikasi tudingan yang dialamatkan padanya.

“Kader HMI Cabang Namlea perlu terus mengoptimalkan potensi mereka kedalam kegiatan-kegiatan positif dalam bidang akademik maupun sebagai agent of control yang kritis, obyektif dan independen,” tambahnya.

TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian