Senin, 09/07/2018 08:13 WIB
Wajo - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengunjungi area persawahan yang terkena puso (gagal panen, Red) akibat banjir di Kelurahan Macero, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (9/7).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulsel (Sulsel), Fitriani mengatakan, 7.591 hektare di Kabupaten Wajo terkena luapan banjir dari Danau Tempe.
"Ada setiap tahun tapi tidak separah ini. Tahun lalu itu tiga ratusan yang paling terdampak besar adalah padi dan tanaman mansyarakat. Ini masyarakat jadi terisolasi," terangnya kepada awak media.
Di Kecematan Belawa saja, lanjut Fitriani, sejak diguyur hujan minggu lalu, ada sekitar 3.785 hektare lahan yang terendam banjir.
Perbaikan Dermaga Bajoe, ASDP Alihkan Layanan ke Siwa–Kolaka
Tim SAR Gabungan Perpanjang Pencarian Korban Kapal Karan di Labuan Bajo
Spanyol Apresiasi Penanganan KM Putri Sakinah, Minta Pencarian Diperpanjang
Untuk Kabupaten Bajo, ada sekitar 100.354 ribu hektare lahan sawa. Luas untuk pertanaman padi sekitar 91.126 hektar.
Kecamatan yang terendam bajir di antaranya, Kec. Tempe 196 hektare, Kec. Tanasitolo 464 hektare, Kec. Maningapano 318 hektare, Kec. Belawa 3.785, Kec. Sabbangparu 826 hektare, Kec. Pammana 305 hektare, Kec. Majauleng 1.223, dan Kec Bola 473 hektare.