Pemberontak Houthi Sudah Membunuh 814 perempuan di Yaman
Kamis, 05/07/2018 19:46 WIB
Aden - Pemberontak Houthi telah membunuh ratusan perempuan sejak dimulainya perang saudara Yaman. Dilaporkan, milisi Houthi telah membunuh 814 perempuan dan melukai 4.179 lainnya selama September 2014 - Mei 2018.
Itu disampaikan Menteri HAM
Yaman Mohammed Askar Di sebuah seminar di Jenewa. Askar sempat membahas "Bagaimana Menyelamatkan dan Melindungi Perempuan dan Anak-Anak dalam Krisis
Yaman".
Pelanggaran pemberontak
Houthi terhadap perempuan di
Yaman termasuk pembunuhan, pencederaan, penghinaan, kekerasan seksual, penahanan, penyiksaan psikologis, pemindahan paksa, dan pelanggaran lainnya.
Askar mengungkapkan bahwa Reham al-Badr, anggota komisi penelitian pelanggaran HAM dan aktivis HAM, telah ditembak mati oleh seorang penembak jitu
Houthi di kota Taiz yang dikepung, pada awal Februari. Dia juga sempat menyinggung pelanggaran
Houthi terhadap anak-anak.
Dia mengungkapkan bahwa anggota
Houthi telah menanam ranjau darat di
Yaman, yang telah membunuh atau melukai ratusan warga sipil, yang kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak.
Yaman telah didera kekerasan sejak 2014, ketika
Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arabnya, melancarkan kampanye udara besar-besaran di
Yaman untuk mengalahkan
Houthi.
Di tahun-tahun berikutnya, perundingan perdamaian yang disponsori PBB yang diadakan di Kuwait gagal mengakhiri konflik.
Kekerasan telah menghancurkan infrastruktur
Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, sehingga PBB menggambarkan situasi di sana sebagai salah satu "bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern". (AA)
TERKINI
Jadi Penopang Ekonomi, Bupati Kobar Tingkatkan Produksi Kelapa Sawit
Legislator PDIP Desak Evaluasi Menyeluruh Standar Operasional KAI
Buntut Kekerasan di Daycare Yogyakarta, DPR Segera Panggil Mendikdasmen
Reshuffle Lima Kali, Sinyal Tim Pemerintahan Prabowo Belum Solid