Sabtu, 23/06/2018 12:30 WIB
Jakarta - Pegiat rehabilitasi narkoba sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Harapan Permata Hati Kita (Yakita) Sri Wahyuni menilai, masih tingginya pengguna narkoba di Indonesia disebabkan oleh permainan oknum aparat.
Pemerintah, menurut Sri, cenderung membiarkan adanya oknum aparat dan penegak hukum, yang menjadikan penanganan kasus narkotika sebagai bancakan proyek semata.
"Pembiaran oknum aparat dan penegak hukum yang nakal dalam menangani kasus narkotika," ujar Sri pada Sabtu (23/6) lewat siaran pers.
"Masalah narkoba malah dianggap proyek," imbuh ibu yang anaknya jadi korban narkoba ini.
Maduro Minta Pengadilan AS Batalkan Dakwaan Soal Perdagangan Narkoba
Kasus Narkoba, Influencer "Doctor Food" Ditangkap Polisi Lebanon
Rutan Bareskrim Polri Jadi Sarang Narkoba, Tes Urine Tahanan Negatif
Sri menambahkan, alih-alih menggalakkan rehabilitasi bagi pecandu narkoba, aparat kerap menjebloskan mereka ke penjara.
Langkah tersebut dinilai tidak efektif dalam menekan jumlah pecandu narkoba, dan sebaliknya angka pengguna semakin meningkat.
"Pecandu narkoba bukan direhabilitasi tetapi dipenjara," tutur Sri.